Rusa dan Hutan Pinus (The Deer and the Pine Forest)
Pinus dan pinus.
Hijau dan hijau.
Cokelat tua dan cokelat tua lagi.
Aku dikelilingi pinus sejauh mata memandang.
Dahulu pemandangannya adalah langit biru sejernih kristal, tetapi sekarang hanya ada pinus yang membingungkan.
Mereka sama, tetapi juga berbeda satu sama lain. Mereka memandang ke arahku, lalu berpaling.
Mereka mengatakan hal yang baik dan buruk di waktu yang bersamaan.
Yang mana yang harus kuikuti?
Yang mana yang harus kujajaki?
Semakin aku dewasa, pinus-pinus ini semakin tinggi, bagaikan raksasa yang akan menelan otak warasku bulat-bulat.
Tujuanku hanya satu—
tidak, entah bisa disebut tujuan atau bukan.
Tujuanku adalah mencari tujuan itu sendiri.
Aku akan terus berjalan, membuka jalan setapak di hutan pinus ini, hingga aku menemukan kristal jernih yang disebut langit.
Aku tak yakin ke mana hatiku condong.
Ke mana arah angin berhembus?
Mana pinus yang bijaksana itu?
Mana yang harus dipercaya?
Mana yang adalah pinus keluargaku?
Mana pinusku?
Mana diriku?
Pinus dan aku adalah dua hal yang berbeda, bukan?
Pinus dengan dua sisi kulit.
Pinus dengan daun yang saling berkontradiksi.
Aku tak paham.
Semakin aku berusaha memahaminya, semakin aku tak paham.
Rasa mualku adalah tanda betapa dewasanya aku.
Semakin dewasa, semakin sulit melewati hutan pinus ini.
Semakin dewasa, semakin pinus-pinus ini berusaha memisahkanku dari langit yang jernih.
Kuharap aku segera berani membuka jalan setapak bagi kedua kakiku sendiri.
Kalau tidak, aku akan berakhir seperti rusa yang kebingungan.
Rusa yang kebingungan tidak merangkul satu pun pinus.
Namun ia juga merangkul semuanya secara bersamaan.
Rusa yang kebingungan tak mampu memilih pinus yang mana.
Betapa tragis kutukan bagi sang rusa.
Kuharap aku bisa kembali ke masa lalu... dan melakukan sesuatu.
Menjadi rusa yang kebingungan di sini rasanya sangat menyesakkan.
The Deer and the Pine Forest
(English Version)
Pines. And more pines.
Green upon green.
Dark brown upon dark brown.
Pines surround me as far as my eyes can see.
Once, the horizon was a crystal-blue sky. Now, there is nothing but pines— and confusion.
They are the same, yet none of them are truly alike.
They look toward me, only to turn away.
They speak kindness and cruelty with the very same breath.
Which one should I follow?
Which path should I dare to walk?
The older I become, the taller these pines grow, like giants waiting to swallow my sane mind whole.
I have only one purpose...
No.
Perhaps it is not even a purpose at all.
My purpose is to search for a purpose.
So I will keep walking, cutting a narrow path through this endless pine forest, until I find the crystal-clear sky once again.
I do not know where my heart leans.
Which way is the wind blowing?
Which pine is the wise one?
Which one deserves my trust?
Which one belongs to my family?
Which one is mine?
Who am I?
The pines and I— we are different things... aren't we?
Pines with two faces.
Pines whose leaves contradict one another.
I do not understand.
The harder I try, the less I understand.
Perhaps this nausea is proof that I have grown older.
The older I become, the harder it is to cross this forest.
The older I become, the more these pines try to separate me from that crystal-clear sky.
I hope I find the courage to carve a path for my own feet.
Otherwise, I will become the confused deer.
A confused deer embraces no single pine.
Yet somehow... it embraces them all at once.
It cannot decide which pine to choose.
What a cruel curse for a deer to bear.
Sometimes, I wish I could return to the past... and change something.
Because being a confused deer inside this forest is suffocating.